Antisipasi Banjir, Menteri LHK Minta Pemda Perbanyak Biopori

Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengimbau pemerintah daerah DKI Jakarta maupun Bogor untuk menambah pembangunan biopori. Menurutnya, hal itu efektif meminimalisasi banjir terutama saat musim hujan.

Hal ini disampaikan menyikapi peningkatan debit air Sungai Ciliwung yang menyebabkan banjir di beberapa kawasan Jakarta, hingga tanah longsor di Puncak, Bogor.

“Dam atau bendungan kurang pengaruhnya. Tidak sebesar biopori. Lebih bagus jika biopori diperbanyak,” kata Siti di Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin.

Biopori dibutuhkan karena vegetasi hutan rapat sangat minim dan permukiman di daerah aliran sungai (DAS) meningkat setiap tahun.

Jumlah permukiman di DAS Ciliwung, kata Siti, meningkat hingga 3,5 kali lipat pada 1998-2008. Menurutnya, kondisi saat ini sudah harus diwaspadai.

Informasi yang dihimpun dari TMC Polda Metro Jaya, Jalan Binawarga, Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, telah terendam banjir setinggi 80 sentimeter. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Ciliwung.

Banjir setinggi 30 sentimeter juga menggenangi kawasan Cipinang Lontar, Jakarta Timur. Beberapa permukiman warga terendam akibat hujan deras dan meluapnya Sungai Ciliwung tersebut.

Berdasarkan data yang ia peroleh, banjir dari daerah Puncak sekitar 20 persen. Sementara itu, 27 persen berasal dari Pesanggrahan, Angke, dan Krukut.

“Karena sudah masuk wilayah agak rawan. Warning sudah sampai ke hampir siaga, berbahaya. Naik ke angka 60-80,” ujar Siti.

Ia menyatakan telah mengirimkan tim untuk mengawasi terus perkembangan di Jakarta dan mengingatkan warga untuk tetap waspada. (pmg)

Sumber: CNN Indonesia

Artikel Terkait

Leave a Comment