Subhanallah, Santri SD & SMP Majelis Quran Diya’ul Iman Tahfidz Quran 30 Juz

Dua santri hafidz Al Quran dari Majelis Tahfidzul Quran Diya’ul Iman, Pasar Minggu, Jakarta Selatan masing-masing bernama Ulfi Nur Hidayat usia 14 tahun, siswa pelajar di SMP PKBM 35 Jagakarsa putra dari pasangan suami istri Jumari dan Supriatin, serta Ahmad Nur Hidayatullah, usia 12 tahun, siswa kelas 6 dari SD PKBM 35 Jagakarsa, putra dari Sugito dan Rahayuni berhasil mengkatamkan dan hafal Al Quran 30 juz dalam jangka waktu 3 tahun 10 bulan.

Keberhasilan ini atas rahmat dari ALLOH SWT semata seperti yang disampaikan oleh Haji Soedarmono, selaku pembina sekaligus dewan penasehat Tahfidzul Quran Diya’ul Iman yang ada dibawah kepengurusan PC LDII Pasar Minggu, dalam kegiatan wisuda santri holaqoh pada Minggu (1 /11) 2020 yang diikuti peserta baik itu santri, pengajar holaqoh hingga pengurus holaqoh di wilayah tersebut.

Ahmad Nur Hidayatullah, santri hafidz 30 juz mengungkapkan rasa senangnya karena akhirnya bisa khatam menghafalkan Quran tepatnya Oktober kemarin.

Ia mengaku bahagia dan bersyukur atas pencapaiannya. “Alhamdulillah senang,bahagia, orang tua saya juga bahagia, orang-orang juga senang. Saya selesai khatam hafalannya Insya ALLOH 25 Oktober kemarin. Dukungan guru dan juga orangtua sangat penting.

Bahkan orang tua saya galak, pokoknya saya ditargetin selama pandemi ini tiap hari hafal 1 lembar tiap hari, Alhamdulillah akhirnya bisa selesai, ” tutur Ahmad bersemangat.

Sementara itu Edi Masyadi, selaku pengurus atau kepala sekolah program Tahfidzul Quran Diya’ul Iman saat dijumpai KIM DPD LDII Jakarta Selatan, mengaku bersyukur karena pembinaan yang dilakukan selama ini bisa mewujudkan santri-santri yang berhasil mengkhatamkan Quran 30 juz.

“Semua atas ijin dari ALLOH, kita disini membina 10 santri, dengan hafalan yang berbeda-beda. Dua santri kami Alhamdulilah berhasil menghafalkan 30 juz.

Keberhasilan ini juga tak lepas dari semangat anak-anak santri, dewan guru dan peran aktif dari orang tua santri masing-masing. Harapannya anak-anak didik kami ini faham agama,mandiri dan berakhlakul karimah,” ungkap Cholid.

Senada dengan itu, pengajar halaqoh di Tahfidzul Quran Diya’ul Iman, mubaligh muda Muhammad Ali Khomeini mengungkapkan pula syukurnya atas keberhasilan anak didiknya menjadi penghafal Quran 30 juz ini.

Menurutnya kunci keberhasilannya adalah saling dukung dan kerjasama antara guru, orang tua dan sang anak.
Terutama di masa pandemi kegiatan holaqoh memang agak berbeda karena tidak bisa leluasa bertatap muka secara langsung.

Kiatnya mubaligh Ali senantiasa menyiapkan waktu untuk menerima setoran hafalan dari para santrinya secara online, karena ia selalu bawa handphone untuk berkomunikasi dengan santri-santrinya.

“Alhamdulillah disini kita para guru, pengurus dan orang tua saling mengingatkan dan menyemangati, terlebih dari anak-anak santrinya juga semangat.

Harapan ke depannya anak-anak terus semangat murojaahnya, semangat menjaga kalamnya ALLOH semua karena ALLOH SWT, ” terang mubaligh Ali.

Wisuda hafidz Quran dilangsungkan di masjid Diya’ul Iman, Karang Pola, Pasar Minggu secara sederhana namun khidmat dan tetap menerapkan protokol kesehatan secara maksimal.

Hadir pula pembina halaqoh dari tingkat DPD LDII Jakarta Selatan, Haji Ahmad Saebani, dan sejumlah undangan terbatas.

Apresiasi bagi santri yang tahun ini berhasil mengkhatam dan menghafalkan Quran 30 juz rencananya berupa umroh secara gratis oleh dermawan atau donatur.

Syahdu, Terharu Jadi Satu

Selanjutnya atas seijin pembina sekaligus kordinator holaqoh Majelis Tahfidzul Quran Diya’ul Iman, Pasar Minggu yaitu Cholid Djatmika memberikan kesempatan pada tim KIM DPD LDII Jakarta Selatan menguji hafalan santri Diya’ul Iman.

Uji hafalan Quran di fokuskan pada surat Al Baqoroh, tim KIM meminta para santri membaca 2 ayat yang ditunjuk secara acak dari surat tersebut, hingga meminta santri membaca ayat dari urutan belakang ke depan.

Subhanallah para santri baik santri pria maupun wanitanya kompak melantunkan bacaan-bacaan surah Al Baqoroh dengan baik, kompak dan percaya diri. Kami yang menguji secara dadakan ini pun jadi tersentuh, terharu menyaksikan semangat adik-adik khafidz Quran Pasar Minggu ini. Barokallah (KIM)

Artikel Terkait

Leave a Comment