Keputrian PC LDII Mampang Prapatan Sukses Gelar Talkshow Perempuan Super Woman Versi Islam

Jakarta, 24 Oktober 2018

Beberapa hari lalu, di majelis taklim mesjid Baabussalam, Duren Tiga  yang berada di wilayah naungan PC LDII Mampang Prapatan Jakarta Selatan (Minggu,21/10) berlangsung sebuah acara menarik khusus bagi kaum perempuan yang diberi nama ‘Fatimah Part 2 : Super Woman (A tough woman who understands priorities and the meaning of being grateful)’. Sebuah judul menarik yang kalau diartikan dalam bahasa Indonesia berarti perempuan super (seorang perempuan tangguh yang memahami prioritas dan juga rasa syukur). Yah, perempuan dalam hal ini adalah perempuan Islami yang tetap mengutamakan mengedepankan menguatkan kodratnya sebagai perempuan dengan total secara Islam berdasarkan Al Quran dan Sunnah Rosul SAW.

Panitia pelaksana sempat menjelaskan kepada KIM (komunikasi informasi media) website official LDII Jaksel, bahwa memang tujuan digelarnya acara berbentuk seminar serta dikemas dengan gaya talkshow ini dimaksudkan untuk membahas  super woman yaitu sosok wanita hebat dibalik sebuah keluarga dan perjuangannya untuk Islam. Kita tidak pernah tahu kodrat seorang wanita kedepannya akan dijalanin seperti apa, terlebih ketika sudah berada pada fase rumah tangga. Apakah dalam berumah tangga si wanita menjadi ibu rumah tangga saja atau menjadi ibu rumah tangga yang mempunyai karir/pekerjaan. Dan zaman sekarang sudah menjadi hal biasa bahwa banyak wanita Islam yang bekerja, zaman dulu pun Fatimah Binti Muhammad SAW pernah membantu pekerjaan suaminya Ali Bin Abi Tholib di ladang.

Dalam Islam sendiri wanita tidak dilarang untuk bekerja, namun sayangnya  di zaman yang kian berkembang ini banyak kasus-kasus dalam rumah tangga yang kurang baik ketika tanggung jawab seorang wanita bukan hanya mengurusi rumah tangga tapi harus bekerja pula. “Harapan kami dalam acara ini, bisa memberikan gambaran kepada wanita bahwa meskipun perkembangan zaman sudah berubah namun nilai-nilai dan tanggung jawab sebagai seorang wanita muslim tidak akan berubah. Dan seorang wanita muslim tau akan prioritas utamanya ketika berada pada dua tanggung jawab yang berbeda (mengurusi rumah tangga dan bekerja). Dan harapan saya  adanya acara ini dapat mengurangi kasus kasus yang kurang baik di lingkungan masyarakat (terlebih lingkungan warga LDII) yang sudah berkeluarga. Dan terakhir harapan saya tentu dapat meningkatkan kerukunan dan kekompakan antara ibu-ibu dan mudi-mudi di majelis taklim tercinta kita ini, karena istilahnya mau kemana lagi seorang anak belajar kalau bukan dari ibunya sendiri, karena pendidikan pertama seorang anak ada dari ibu,“ ungkap Qonitha Aulia Fadhilah selaku ketua panitia acara.

Acara yang diperuntukkan bagi mudi mudi dan juga para ibu serta digawangi oleh pengurus keputrian LDII setempat  ini diisi oleh keynote speaker bernama ibu Supriyanti yang akrab disapa bu Yanti, seorang ibu, istri  dan ulama perempuan (mubhaligot) dari Tangerang Selatan yang mempunya usaha mandiri, dan bertindak  sebagai owner (pemilik) dari PT Cita Rasa Aneka Kue. “Ibu cukup senang ya dengan adanya acara ini karena penting memang memberikan pengertian kepada mudi mudinya tentang rumah tangga dengan berbagai kondisi yang dihadapi. Dan ibu juga senang karena ibu ibu dan mbak mbaknya bisa berada pada satu acara yang disiapkan sangat spesial dan menarik. Dan karena ibu juga sebagai wirausaha, ibu juga memberikan gambaran dan tips trick nya dalam usaha mandiri. Karena menurut saya seorang ibu sebenarnya juga harus mempunyai keahlian khusus ya, karena kita ga tau kan kapan kita harus mengurusi rumah tangga sendiri dalam arti disini entah itu ditinggal suaminya meninggal, dan lain-lain,” papar bu Yanti.

Acara ini berlangsung menarik serta mendapat antusias yang tinggi dari para peserta. Rundown acara dibuka dengan pembukaan dari MC  Nur Fitri Indriyanti dan Dwi Mekasari, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al Quran oleh santriwati halaqoh Dian, dan terjemahan dalam bahasa Inggris  oleh Anis dan dalam bahasa Indonesia oleh Jasmine. Berlanjut dengan kajian makna Alquran oleh mubaligh bapak H. Daud, dan ice breaking dari  MC. Selanjutnya sharing session dari narasumber oleh ibu Yanti,  dan diteruskan dengan sesi tanya jawab yang di pandu moderator  Auliya Aziza. Terakhir acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini di tutup oleh nasehat tausyiah  dan doa yang dipimpin oleh pengurus dewan penasehat organisasi PC Mampang Prapatan Bapak Ismiyanto. (*Ichwan/KIM)

Artikel Terkait

Leave a Comment