Kolaborasi Dua PC LDII Jagakarsa dan LDII Cinere Gelar Parenting Pasangan Muda

Minggu,19 Januari 2020

“Pola pendidikan jaman dulu tidak bisa serta-merta diterapkan untuk mendidik anak jaman sekarang. Model pendidikan yang tepat adalah sistem demokratis dengan mendengar pendapat anak, bukan otoriter memaksakan kehendak orangtua kepada anak”.

Demikian petikan materi yang disampaikan fasilitator yaitu Dian Roosmayani di acara “Keluarga Muda Bahagia” yang diselenggarakan di Masjid Baitul Makmur, Cinere, Gandul, Depok pada Minggu (19/1) 2020 oleh PC LDII Cinere bekerja sama dengan PC LDII Jagakarsa.

Dian Roosmayani sendiri merupakan pemateri dari Komunitas Rumah Pencerah (KRP) sebuah organisasi nirlaba yang terdiri dari individu-individu dengan berbagai latar belakang yang mempunyai kepedulian terhadap kebutuhan akan pelatihan orangtua dan peningkatan kualitas guru. KRP Berkantor di kawasan Lebak bulus, Jakarta Selatan, dibawah binaan langsung Fery Farhati Ganis (Istri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan) dengan Ketua Nana Mazna praktisi pakar psikolog.

 

Jangan Gunakan Pola Asuh Eksperimen Untuk Anak

Selanjutnya Dian menekankan bahwa pola asuh orang tua kepada anak biasanya merupakan hasil coba-coba.
‘’Orang tua mungkin belum pernah mendapatkan pelatihan parenting, sehingga cenderung menggunakan pola didik eksperimen ke anaknya. Pola Asuh berdasar pada apa yang dilakukan orang tua kita, itu yang kita terapkan ke anak.’’ jelasnya.

Nah, tujuan acara ini memberikan pembekalan kepada pasangan dengan usia pernikahan di bawah 20 tahun agar memiliki bekal yang cukup untuk menjadi orang tua yang ideal bagi anak.

Acara dibuka dengan pemutaran film pendek berisi bagaimana orang tua tunggal membesarkan anaknya dan mampu menghadirkan sosok ayah, sekaligus figur ibu. Dilanjutkan dengan pembahasan film, game (permainan) ice breaking untuk pengenalan peserta, simulasi pembiasaan baik di keluarga, permainan peran orang tua-anak dan diakhiri dengan kesimpulan acara.

Ida Royani publik figure

Hadir serta membuka dan menutup acara, Ida Royani publik figure yang sudah sangat dikenal masyarakat. Ida menyampaikan bahwa peran orang tua, khususnya Ibu sebagai pendidik juga merupakan kegiatan ibadah. ‘’Ibadah bukan hanya sholat dan puasa, tetapi menjalani peran dengan baik sesuai dengan kodratnya juga ibadah,’’ tegasnya.

Agenda selanjutnya yaitu Ice breaking, dengan sebuah game menarik untuk saling mengenal antar peserta pelatihan. Dipandu langsung oleh Dian selaku fasilitator.

Game perkenalan ini dimaksudkan untuk lebih menghidupkan acara yang ada karena para peserta sudah saling mengenal. Game ini dilakukan berkelompok, setiap anggota kelompok menempelkan card yang berisi kebiasaan baik seperti beribadah sesuai agamanya, kebiasaan sarapan, mendampingi kegiatan belajar, mendampingi anak saat menonton TV dan kebiasaan baik lainnya sampai 19 point.

“Kebiasaan yang masih belum pernah dilakukan atau masih jarang supaya diperbaiki kedepannya, jadi orang tua juga harus mempunyai kebiasaan baik, supaya anaknya juga baik,” ungkapnya di sela-sela acara.

Sementara itu salah seorang peserta, Irma dari Cipedak menuturkan materi dalam game pembiasaan yang diajarkan di acara ini dinilainya baik diterapkan pada keluarga, karena bisa menjadi pengingat hal-hal baik yang harus dibiasakan oleh orang tua pada anaknya, kebiasaan baik ini akan menjadi habit dan nantinya akan menjadi perilaku anak.

Kegiatan pembekalan parenting ini merupakan roadshow disepanjang tahun 2020, dilaksanakan di lima lokasi berbeda. Kebetulan Januari 2020 ini diselengarakan di Cinere dengan melibatkan warga LDII di sekitar Jagakarsa dan Cinere. (*/kim)

*kontributor: Ario Agung KIM DPD LDII Jakarta Selatan

Artikel Terkait

Leave a Comment