LDII Jakarta Selatan Siapkan Generasi Muda Profesional Religius

Senin, 8  Oktober 2018

Era industri 4.0 merupakan tantangan bagi masyarakat Indonesia. Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan ilmu dan keahlian tambahan. Untuk itu, masyarakat harus tergerak untuk meningkatkan kompetensi dirinya. “Pemberdayaan umat dimulai dari pemberdayaan individu. Untuk itu para sarjana harus mampu memiliki jiwa kemandirian,” ujar cendekiawan muda yang saat ini berkarya di salah satu BUMN, H.Hadi Setiadi saat mengisi Talkshow “Peran Cendekia & Aghniya dalam Pemberdayaan Ummat” dalam acara Silaturrahim Tokoh Cendekia di Majelis Ta’lim Baitul Hasan, Lenteng Agung, pada Minggu (7/10) kemarin.

Acara yang dihelat oleh Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Kota Administrasi Jakarta Selatan ini dihadiri oleh para sarjana perwakilan tiap Pimpinan Cabang (PC)  LDII Kota Administrasi Jakarta Selatan. Pada dasarnya, setiap orang memiliki hasrat untuk mengumpulkan harta, menjadi aghniya. Hadi pun berpesan agar para sarjana dapat meniru kebiasaan para aghniya. “Kebiasaan para aghniya bukan mengendarai mobil mewah, berfoya-foya. Itu hanya kebiasaan orang kaya. Aghniya, memiliki kebiasaan untuk bersodaqoh, enteng membantu orang yang membutuhkan, beramar ma’ruf kepada sesama,” jelasnya.  Ia pun berpesan agar para sarjana harus memantaskan diri untuk menjadi seorang aghniya. “Memantaskan diri dalam arti terus mencari ilmu setinggi-tingginya,” ujarnya.

Salah satu tokoh cendekia DPD LDII yang juga telah kaya akan asam garam di dunia entrepreneur, H.Musyanif turut menegaskan bahwa untuk menjadi seorang cendekia, para sarjana harus memiliki semangat belajar. “Kita tidak boleh berhenti untuk belajar. Ilmu yang tinggi tanpa dilatih, “paling” hanya akan jadi pengamat. Untuk itu, skill / keterampilan harus dibentuk dengan cara melatih dan mempraktekkan ilmu yang dimiliki,” ungkapnya.  H.Musyanif pun menekankan bahwa untuk mencetak cendekia yang faqih, berakhlaqul karimah dan mandiri, dibutuhkan kerjasama yang baik antara para tokoh cendekia dengan para ulama.

Dewan Penasihat DPD LDII Kota Administrasi Jakarta Selatan, H. Aceng Karimullah sependapat dengan Musyanif. Ia menyatakan, sudah selayaknya para ulama berperan dalam menyemangati para calon cendekia untuk mandiri. Tidak hanya itu, para ulama juga harus mengingatkan pada para pengusaha untuk peduli perihal halal dan haram. “Yang kita cari bukan hanya keuntungan materiil, tapi yang kita cari adalah keridhoan Allah,” tegasnya. Dalam kesempatan ini, Aceng menyampaikan bahwa dalam Hadits Ibnu Majah, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, pedagang yang jujur dan amanah nantinya dapat berkumpul di Surga bersama para Syuhada. “Berarti kesempatan meraih derajat surga yang tinggi juga diperoleh bagi para pedagang, pebisnis, pengusaha yang memiliki amal yang baik,” jelasnya.

Aceng pun berharap para pengusaha LDII yang sudah mapan dapat memberi kesempatan kepada para generasi muda untuk menimba ilmu di perusahaannya. “Tentu para generasi muda pun harus semangat untuk memantaskan diri dalam menimba ilmu, mau belajar dengan sungguh-sungguh,” pesannya. Sementara itu ketua panitia acara Mohamad Rofie Hariyanto mengakui bahwa kegiatan yang dikemas dalam format talkshow dan dipandu oleh H. Dzulkifli Abdillah  ini bisa dikatakan baru pertama digelar, ” Kegiatan ini sebagai forum silaturrahim atau ajang kumpul para tokoh cendekia LDII se-Jakarta Selatan.  Tujuannya antara lain memberdayakan tokoh cendekia untuk kemajuan ummat, meningkatkan peran serta tokoh cendekia dalam pemberdayaan ummat. Harapannya akan ada kesinambungan,karena kegiatan awal yang ini untuk mengumpulkan ide, masukan, saran terkait pemberdayaan ummat,  ide dan saran akan kita klasifikasikan per tema dan insyaAlloh akan dipertajam dlm kegiatan FGD agar kedepan bisa diimplementasikan,” papar Rofie.

Acara yang dihadiri  212 peserta ini memang sarat dengan nilai edukasi dan informasi yang cukup menghibur,salah satunya saat peserta diminta ikut ambil bagian dari kuis yang disajikan oleh panitia secara online,dengan menjawab beberapa soal tentang sejarah  Islam dalam waktu yang cepat dan tepat.(Tyas /kim)

 

 

 

Artikel Terkait

Leave a Comment