LDII Jaksel Gelar Pelatihan Ilmu Ekonomi Syariah bagi para Mubalighin

Jakarta, 16 Oktober 2018

Perkembangan ekonomi syariah yang digadang-gadang akan tumbuh dan berkembang di negara Indonesia yang notebene negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, ternyata masih relative sangat kecil. Padahal , Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah global, mengingat populasi umat muslim Indonesia mencapai 85 persen dari total penduduk Indonesia. Sebagai catatan negara tetangga Malaysia kini telah mampu mengembangkan ekonomi berbasis syariah mencapai 20 persen, sedang di Indonesia baru mencapai 5 persen dari keseluruhan aset perbankan nasional, cukup jauh perbandingannya.

Memahami tantangan tersebut, DPD LDII Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar  kegiatan pengkajian tentang Ilmu Ekonomi Syariah dengan mengambil topik “ Tujuh Transaksi Haram dan Akad yang Halal”,  di Masjid Baitul Fattah Cilandak. Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Acara yang digelar dua hari beturut-turut dari tanggal 15-16 Oktober 2018, mengundang Pemateri DR. H.Ardhito Bhinadi, SE, M.Si yang juga merupakan Wakil Sekretaris Komisi Pemberdayaan Umat Majelis Ulama Indonesia, lebih dari 150 para Mubalighin mengikuti kegiatan Pelatihan Ekonomi Syariah yang hadir sebagai utusan dari beberapa majelis taklim  di Jakarta Selatan.

Hadir sekaligus membuka pada  Pelatihan Ekonomi Syariah, Drs KH. Abdurrahman Umar Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Kota Jakarta selatan. Apresiasi yang tinggi diberikan kepada LDII karena telah menyelenggarakan Pelatihan Ilmu Ekonomi  Syariah, beliau berharap akan muncul para entrepreneur-enterpreneur muda yang mengembangkan ekonomi syariah. “ Kami berharap agar pelatihan ekonomi Syariah seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan, “ ungkap KH. Abdurrahman

Hal senada juga disampaikan oleh H. Noor Rachmat Ketua DPD LDII Kota Jakarta Selatan, “ 10 tahun kedepan insyaa Alloh, ekonomi syariah akan berkembang pesat bahkan Indonesia  sebagai pusat ekonomi global berbasis syariah”, tukas Noor Rachmat.

Ustadz Sholihul Ibad sebagai Ketua Penyelenggara juga menghimbau  kepada para peserta ”Mubalighin sebagai garda terdepan dalam menyampaikan syiar islam, tentunya dapat memberikan wacana serta pencerahan kepada masyarakat, akan konsep bermuamalah syariah, yang saling untung-menguntungkan,dan masyarakat supaya tidak terjebak dengan riba” tegasnya.(kim/teguhph)

Artikel Terkait

Leave a Comment