Ngaji Akbar LDII Serentak di 12 Mesjid se-Jakarta di Apresiasi Dikmental dan MUI

Minggu, 29 September 2019

Organisasi masyarakat bermisikan dakwah sosial keagamaan, LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) provinsi DKI Jakarta berhasil menorehkan sejarah dengan menggelar pengajian akbar di dua belas titik mesjid se-antero Jakarta. Dilakukan secara serempak dengan memanfaatkan teknologi digital live streaming. Diikuti lebih dari 5000 peserta pengajian dari kalangan remaja atau generasi milenial jaman now, baik putra maupun putri.

Kegiatan yang diprakarsai oleh DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) LDII provinsi DKI Jakarta ini berlangsung pada Minggu ( 29/9) dipusatkan di masjid Al- Muflihun, Jakarta Utara, dan secara bersamaan digelar pula di 12 lokasi lainnya di berbagai wilayah kota Jakarta baik itu di bagian selatan, utara, barat dan timur. Adapun masjid-masjid tersebut adalah :
masjid Mambaul Huda , Masjid Baitul Muttaqin, Masjid Baitussholihin, Masjid Syarif Hidayatulloh, Masjid Al-akbar, Masjid Shirotol Mustaqim, Masjid Agung Baitushobirin, Masjid Fadhilatul Huda, Masjid Zakki Mustofa, Masjid Baitul Hasan, dan Masjid Baburoyan.

Dalam sambutannya Ketua DPW LDII provinsi DKI Jakarta, Teddy Suratmadji mengungkap bahwa kegiatan bertujuan untuk pembinaan umat muslim, khususnya pembinaan generasi muda. Kegiatan ini didukung penuh oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam hal ini adalah Biro Pendidikan dan Mental ( Dikmental) Spiritual Setda Provinsi DKI Jakarta dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta. Kegiatan ini juga bertepatan dengan momentum tahun baru Islam (Muharam), sehingga sangat tepat apabila generasi milenial faham dan mengerti betul tentang sejarah akan Islam, termasuk didalamnya tahun baru Islam.

“Dukungan dari Pemerintah DKI, dalam hal ini Biro Dikmental kepada LDII Jakarta, berupa dana hibah pembinaan umat. Selain itu dukungan penuh kami peroleh juga dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta. Ini sangat kami syukuri dengan mewujudkannya dalam bentuk kegiatan pengajian untuk pembinaan seperti hari ini, dimana nantinya dengan pembinaan yang ada akan terwujud generasi muda yang profesional religius, alim, faqih, mandiri dan berakhlakul Karimah,” ungkap Teddy.

 

44Ketua MUI Jakarta, KH. Munahar Muchtar yang hadir pada acara tersebut yakin kegiatan yang digelar oleh LDII Jakarta ini akan membentuk generasi muda yang Qurani, dan sangat efektif dalam rangka membina generasi muda yang Islami.

“Harapan saya ke depan LDII bisa menjadi motor penggerak bagi ormas-ormas yang lain, dan menjadi front terdepan terutama untuk pembinaan generasi muda,kami dari MUI Jakarta siap membantu perkembangannya. Mudah-mudahan acara seperti ini bisa menelurkan generasi generasi Islam yang Qurani, ” harapnya.

Acara pengajian akbar live di 12 lokasi masjid ini dibuka secara simbolis oleh Kepala bagian ( Kabag) Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Provinsi DKI Jakarta (Dikmental) Provinsi DKI, Haji.Aceng Zaini. ” Alhamdulillah di tahun ini tempat-tempat kegiatan LDII di Jakarta telah mendapat hibah dari pemerintah provinsi DKI Jakarta melalui Biro Dikmental. Karena LDII sudah masuk menjadi bagian dari MUI DKI Jakarta. Dana itu dibarokahkan untuk program pembinaan umat di lingkungan LDII, seperti kegiatan pengajian akbar generasi milenial di Masjid Al Muflihun. Saya memberi apresiasi yang tinggi untuk agenda ini” ungkapnya dalam sambutan mewakili Kabiro Dikmental Provinsi DKI Jakarta.

tokoh perempuan, Endah PrajokoSementara itu salah satu Masjid yang juga berkolaborasi di kegiatan Ngaji Akbar Live Streaming ini, berlangsung di Masjid Baitul Hasan, Jagakarsa Jakarta Selatan. Dihadiri oleh tokoh perempuan, Endah Prajoko yang merupakan Ketua Komunitas Sahabat Perempuan Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Endah juga mendukung dan mengapresiasi kegiatan pembinaan yang terintegrasi seperti yang digelar oleh LDII.

Konsep pengajian pembinaan generasi muda ala LDII ini memang dibuat secara kekinian dan juga dengan metode 2 arah, sehingga bentuk atau alur pengajian juga dibuat sedemikian menarik, layout atau tata letak pengajian dibuat seperti Talkshow, dengan menghadirkan narasumber serta materi yang menarik. Kontennya selain memberikan kajian Al Quran dan Al Hadist, juga diberikan pembekalan nasehat berkaitan dengan isu peran serta generasi muda dalam pembangunan kota Jakarta, dan juga bagaimana menyikapi Revolusi Industri 4.0. (*)

 

Artikel Terkait

Leave a Comment