PWI Jakarta Ajak Media dan Masyarakat Wujudkan Pilkada Damai Tanpa Isu Sara dan Berita Hoax

Jakarta (28/3/2018) — Dalam rangka menyongsong pilkada pemilihan gubernur, bupati dan walikota yang diadakan serentak di 171 daerah yang terdiri dari 17 provinsi, 115 kabupaten dan 39 kota, segenap lapisan masyarakat dihimbau untuk senantiasa mewujudkan demokrasi yang damai tanpa isu sara dan berita hoax yang harus diakui masih terus terjadi jelang pilkada yang bakal dihelat pada bulan Juni tahun ini.

Untuk itu, para insan media sebagai aktor utama penyajian informasi tentunya memainkan peran penting dalam ikut serta mewujudkan pilkada damai dengan menyajikan informasi yang benar dan baik kepada masyarakat.

PWI Jakarta Ajak Media dan Masyarakat Wujudkan Pilkada Damai Tanpa Isu Sara dan Berita Hoax-6

Hal itu disampaikan secara jelas dalam sebuah pertemuan diskusi publik dengan topik “Peran Media dan Masyarakat Wujudkan Pilkada Damai Tanpa Isu Sara dan Berita Hoax” yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta, pada Selasa 27 Maret 2018 di gedung Prasada Sasana Karya, Jakarta Pusat. Acara tersebut diikuti berbagai elemen organisasi baik dari organisasi mass media, civitas akademika, jurnalis, pengamat politik serta organisasi masyarakat. DPD LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Jakarta Selatan turut hadir sebagai undangan, diwakili oleh beberapa anggota tim dari bidang KIM (Komunikasi, Informasi dan Media).

PWI Jakarta Ajak Media dan Masyarakat Wujudkan Pilkada Damai Tanpa Isu Sara dan Berita Hoax-3

Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta, Endang Werdiningsih menjelaskan bahwa fokus diskusi yang digelar kali ini memang terkait dengan pilkada serentak yang sebentar lagi akan berlangsung.

“Kami berharap serta menghimbau lewat diskusi ini agar media dan masyarakat bisa berperan dalam mewujudkan pilkada serentak nanti menjadi pilkada yang damai tanpa isu sara dan hoax”, terangnya.

Endang juga mengingatkan bahwa sebagai masyarakat kita juga harus tetap mengedepankan unsur kehati-hatian dan tidak serta merta percaya dengan pemberitaan yang ada, baik itu dari media mainstream maupun non-mainstream. Dari sisi media, juga sudah seharusnya berpegang teguh kepada kode etik jurnalistik, undang-undang pers serta cek dan ricek mengenai isi informasi maupun nara sumber sebelum diberitakan atau disebarluaskan.

PWI Jakarta Ajak Media dan Masyarakat Wujudkan Pilkada Damai Tanpa Isu Sara dan Berita Hoax-1

Diskusi publik yang digelar kali ini melibatkan tiga pembicara yang memang menarik untuk disimak pemaparannya, baik dari sisi latar belakang pendidikan maupun visi misinya, serta dari pengalaman faktual yang diungkapkan secara gamblang.

Sebagai pembicara pada acara tersebut yaitu Dr. Lestari Nurhayati, MSi, seorang sosiolog dan pengamat pemilu internasional, H. Kamsul Hasan, salah satu tokoh pers nasional, dan Dr. Syafiq Hasyim, Direktur International Center for Islam and Pluralism (ICIP). (*KIM)

Artikel Terkait

Leave a Comment