Silaturahim Cendekia 2019 LDII Jaksel Angkat Semangat Peningkatan SDM Untuk Bangsa

 

Minggu, 28 Juli 2019

Bertempat di Masjid Baitul Hasan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Pengurus DPD LDII kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar acara bertajuk ” Silaturahim Tokoh Cendekia 2019 ” sebuah ajang kumpul antar para cendekia dari berbagai wilayah PC-PAC LDII di Jakarta Selatan yang dikemas dalam bentuk pengajian yang diisi dengan berbagai agenda bermanfaat antara lain kajian Al Quran, Al Hadist, Motivasi serta diskusi. Dengan mengusung tema ‘Integritas, Kompetensi, Berdaya’ acara ini diharapkan menambah wawasan untuk peningkatan ketakwaan, sumber daya manusia dan kebersamaan yang kesemuanya dimaksudkan untuk bisa memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

H. Eddy Supriyadi selaku Dewan Penasehat DPD LDII Jakarta Selatan dalam acara tersebut menuturkan, “Tujuan acara ini sebagai bentuk kontribusi LDII ke bangsa, melakukan pembinaan kepada cendekia untuk meningkatkan kualitas SDM. Agar lebih peduli pada masyarakat, serta terus semangat berkontribusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu hadir pula motivator ternama Ir Hamry Gusman Zakaria MM sebagai salah satu pemateri yang menekankan tentang perlunya kepedulian antar sesama serta himbauan untuk tidak bersikap individualis.”Jangan sampai asyik sendiri tidak membantu dan berkontribusi pada masyarakat.

Karena memberikan apa yang kita punya kepada masyarakat, berupa ilmu dan sebagainya bisa menjadi ladang amal jariyah. Upaya-upaya untuk mendapat pertolongan ALLOH SWT, misalnya dengan memiliki tiga karakter juara yaitu integritas, kompetensi, berdaya,” terang Hamry.

Contoh figur-figur yang berhasil, menerapkan 3 karakter ini menurut Hamry adalah Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) bisa memberikan solusi dengan biaya minim, Profesor. Dr. Ir. Nurdin Abdullah M.Agr, dulu Bupati Bantaeng dengan masa pemerintahan di 2 periode 2008-2018 (sekarang menjadi Gubernur Sulawesi Selatan), sukses membangun Bantaeng, dari tandus dan tertinggal menjadi asri dan maju. Selanjutnya ada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dibawah pemerintahannya Banyuwangi sukses ditetapkan sebagai satu-satunya kabupaten di Indonesia yang mendapat nilai A dalam menerapkan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2016. Contoh contoh di atas adalah tokoh tokoh yang tidak hanya berkualitas secara SDM tapi juga mau memberikan kontribusi kepada bangsa dan masyarakat secara aktif dan kreatif.

Sementara itu Kyai Haji Aceng Karimulloh, BE, SE, tokoh cendekia LDII yang juga ulama senior yang dalam ajang tersebut memberikan tausyiah nasehatnya menjelaskan bahwa pengajian bukan sekadar pengajaran, tetapi pendidikan, misinya harus bisa merubah pengertian atau pemahaman. Jika pengajaran, maka berhenti jika sudah khatam.

Namun pendidikan akan terus berkelanjutan. “Nabi Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah, harus bisa kita tiru ahlaqnya. Rosululloh SAW itu Bukan orang yang keji, bukan orang yang cabul, bukan orang yang diluar kewajaran, bukan orang yang memalukan. Bukan tukang gaduh di pasar.

Dan juga bukan orang yang membalas kejelekan orang dengan kejelekan.Nabi Muhammad itu pemaaf, dan itu lha wujud pendidikan sesungguhnya, ” terang Aceng Karimulloh.

Acara yang diikuti ratusan cendekia ini digelar dari pagi hingga siang, ke depannya ajang seperti ini akan diupayakan dilakukan terus memberikan wawasan yang berlandaskan agama untuk ketakwaan, aamiin. (*kim ario-ichwan)

Artikel Terkait

Leave a Comment