Warga LDII Duren 3 Laksanakan Sholat Idul Fitri Secara Khidmat, dan Angkat Tema Ketakwaan

Rabu,5 Mei 2019

Bertempat di Lapangan SMPN 238 Durentiga, Jakarta Selatan.
Ratusan jamaah warga muslim dari sejumlah majelis taklim di wilayah PAC LDII Duren Tiga yaitu majelis taklim mesjid Baabussalam, majelis taklim mesjid Nurul Hidayah, majelis taklim Nur Huda, dan majelis taklim mesjid Taufikul Khusna, Alhamdulilah pada Rabu, 5 Juni 2019 lalu telah menggelar pelaksanaan sholat Idul Fitri 1440 Hijriah dengan khidmat dan penuh dengan kebersamaan.

Sholat Idul Fitri ini sekaligus menutup rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan di tahun ini, yang berlangsung sejak 6 Mei hingga 4 Juni 2019 sebulan penuh.

Ratusan warga sejak pukul 06.00 telah berdatangan ke lokasi sembari melantunkan gema takbir ALLOHU Akbar, ALLOHU Akbar, Laila Haillallalloh Huwallahu Akbar hingga sekitar pukul 07.00 sholat Id pun dilaksanakan.
Rangkaian sholat Idul Fitri dipimpin oleh Imam & Khotib : Ustad. H. Ahmad Saebani, yang juga merupakan pengurus di LDII tingkat DPD Jakarta Selatan.
Usai melaksanakan sholat Idul Fitri, dilanjutkan khotbah Idul Fitru yang disampaikan dalam bahasa arab, berdasar tuntunan Rosululloh. Acara dilanjutkan dengan tausyiah berbahasa Indonesia yang kali ini mengangkat soal ‘Ketakwaan’.
Dalam tausyiah tersebut termuat pesan yang jelas dengan mengajak umat muslim berupaya mewujudkan ketakwaan dalam kehidupan sehari hari dengan terus melestarikan hal-hal antara lain sebagai berikut :
1).Istiqomah, konsisten mengaji untuk mencari ilmu agama. Untuk itu kegiatan kegiatan mengaji di setiap majelis taklim harus terus dilakukan

2). Mengagungkan, terutama syiar- syiar agama agar terus berkumandang dan diagungkan sehingga khidmat dalam melaksanakan ibadah
3). Bergaul dengan orang orang sholeh dan tidak bergaul dengan orang orang yang berbuat tidak baik
4) Mutawarik, misalnya menghindari tempat tempat atau hal hal yang tidak baik,melanggar aturan agama dan negara
5). Menjaga konsistensi ibadah sampai akhir hayat masing-masing.

Dalam tausyiahnya Ustadz Haji Ahmad Saebani juga mengajak warga jamaah untuk selanjutnya melaksanakan puasa sunnah syawal, melengkapi puasa ramadhan di bulan Syawal tahun ini mengingat pahala puasa Syawal yang pol.
” Dengan berpuasa Syawal,maka makin sempurnalah pahala puasa kita di bulan Syawal ini, setelah sebelumnya melaksanakan puasa Ramadhan,” ujar Ahmad Saebani.

Rangkaian acara sholat Idul Fitri ditutup oleh doa di akhir tausyiah yang di dalamnya dipanjatkan doa untuk keselamatan,kemashalatan, kebaikan dan keberkahan bagi semua warga Indonesia,termasuk pemerintahnya agar semua diberikan perlindungan dan keridloan dari Sang Maha Pencipta, ALLOH SWT. (* kim/ichwan)

Artikel Terkait

Leave a Comment